Ketika lebuhraya sukmaku sudah hening dari kata
Dahulunya sesak laluan si irama prosa jiwa
Dan DAKTIL sudah kering tinta seninya
Maka ketika itu bantulah aku
Utuskanlah kepadaku
Sekuntum mawar harum berkelopak tujuh
Sebentuk kunci tujuh kerat
Jasad sekalian azimat
Gugur satu kerat lupus seluruh fadhilat
Disana
Itulah bidukku
Itulah dayungku
Untuk menyembah arus
Agenda tuhanku
Sampaikan pada seluruh teman-temanku
Pesankan pada mereka
Aku sedang menunggu
Dahulunya sesak laluan si irama prosa jiwa
Dan DAKTIL sudah kering tinta seninya
Maka ketika itu bantulah aku
Utuskanlah kepadaku
Sekuntum mawar harum berkelopak tujuh
Sebentuk kunci tujuh kerat
Jasad sekalian azimat
Gugur satu kerat lupus seluruh fadhilat
Disana
Itulah bidukku
Itulah dayungku
Untuk menyembah arus
Agenda tuhanku
Sampaikan pada seluruh teman-temanku
Pesankan pada mereka
Aku sedang menunggu
