Bertemu sama senyum tapi keliru
Mata menatap mata hati haru biru
Lidah kau peluru menyerbu penuh nafsu
Menerkam tanpa ketuk memecah pintu masuk
Tragis sadis pilu jiwa meringkuk lesu
Cuba selindung kaku
Tapi masih dihidu
Bersunyiku sekejap bukan berabad masihku beradab
Kalam masih abjad madah masih berhadaf isi masih padat
Lari dari perjuangan disana pengkhianatan
Mengelak peperangan disitu kedamaian
Objek huruf menikam dada
Senjata mulut bermaharaja lela

No comments:
Post a Comment